Banner

Sabtu, 30 April 2011

Mikrobiologi


PRAKATA


Syukur alhamdulillah buku panduan dan pentunjuk praktikum mikrobiologi telah tersusun. Buku ini disusun. Buku ini disusun dan diterbitkan untuk memenuhi kebutuhan praktikum mikrobiologi bagi mahasiswa ilmu kesehatan masyarakat sekolah tinggi ilmu kesehatan Universitas Bakti Indonesia.
Semoga buku panduan dan petunjuk praktikum mikrobiologi ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa ilmu kesehatan masyarakat sekolah tinggi ilmu kesehatan Universitas Bakti Indonesia.
Kepada berbagai pihak yang telah membantu terealisasinya buku Panduan dan Petunjuk Praktikum Mikrobiologi ini diucapkan terima kasih. Tentu saja buku ini masih banyak kelemahan dan kekurangannya. Oleh karena itu harap menjadi maklum.

Banyuwangi, ...............

Penyusun




DAFTAR ISI

Dasar-dasar mikrobiologi ............................................................................ 1
Pemeriksaan makanan, minuman dan air
Secara bacteriologis..................................................................................... 11

Perhitungan becteri coliform
Coliform tinja, eschericha coli dengan
Methode most problate number (MMPN).................................................. 13

Perhitungan becteri  enteropathogenic
Dan bacteri dengan methode plate
Makanan dengan methode plate............................................................... 16

























DASAR-DASAR  MIKROBIOLOGI

Prinsip Dasar Mikrobiologi
Mikrobiologi adalah ilmu yang mempelajari organisme hidup yang terlalu kecil intuk dilihat dengan mata telanjang, kecuali memakai lensa persebaran (mikroskop).
            Mikro : kecil,
            Bios    :hidup,
            -ologi :ilmu.
Organisme kecil tersebut dapat menyebabkan penyakit dan disebut mikroorganisme atau mikroba. Keberhasilan terapi terhadap penyakit infeksi  sangat tergantung pada penegakan diagnosis yang tepat yang dilakukan oleh seorang dokter. Sedangkan pengendalian dan pencegahan penyakit yang disababkan oleh mikroorganisme tersebut adalah tugas seorang ahli epidemiologi.
Bapak mikrobiologi adalah seorang pedagang belanda bernama antony van leewenhoek,yang pada pertengahan abad ke 17 menulis dan melaporkan temuannya dengan mikroskop buatannya sendiri, yang di sebut:”animalculrs”, yaitu istilah awal mikroorganisme sekarang ini.  Louis pasteur, seorangahli biokimia dan fisika prancis, pada tahun 1860 manunjukkan bahwa bakteri tidak muncul secara spontan, seperti diduga sampai saat itu, namun melalui cara kontaminasi oleh mikroorganisme itu melalui udara. Pada tahun yang sama, 1860, seorang dokter jerman, robert koch , juga meneliti organisme penyebab beberapa penyakit pada manusia (tuberkholosis,difteria,demam tioid, kolera,gonorrhoe), dengan mengembangkan berbagaiteknik pembiakan,pemulasan, dan percobaan hewan yang semuanya vital untuk studi mikroorganisme.
Klasifikasi oganisme
Semua tetumbuhan atau hewan, dikelompokkan dalam:                  kingdom
Dalam setiap kingdom,kelas terkait membentuk:                                  phyllum
Dalam setiap phyllum,ordo  terkait membentuk:                                   kelas
Dalam setiap kelas ,famili terkait membentuk:                                      ordo
Dalam setiap ordo,Tribe terkat membentuk :                                          Famili
Dalam setiap Famili, Genus terkait membentuk :                                 Tribe              
Dalam setiap tribe,spesies terkait membentuk :                                                Genus
Organisme identik membentuk sebuah :                                                            Species
Contoh menggolongkam manusia menurut sustem tersebut :
Manusia termasuk kingdom hewani
Menurut struktur dan cirinya, dugolongkan dalam
            Phyllum chodata (Subphyllum Vertebrata)
            Kelas Mammalia
            Ordo Primata
            Famili Hormonidae
            Genus Homo
            Apecies Sapiens
Nama ilmiah sebuah organisme, seperti manusia, Terdiri atas dua kata yang menunjukan Genus dan Spesiesnya : keduanya garus ducetak miring, misalnya manusia jadi homo sapiens (Genus di mulai dengan huruf basar, nama spesies selalu dengan huruf kecil)

Kingdom Animalia
Ada dua golonfan besar, vertebrata dan invertebrata. Anggota paling tinggi dari kingdom animalia adalah manusia, yang paling rendah adalah protozoa (proto : first, -zoa : animal). Invertebrata secara struktur lebih sederhana.

Kingdom Planta
Kingdom ini dapat dibagi menjadi beberapa phyllum  berdasarkan struktur dan perkembangannya. Yang lebih primitif, tanpa akar, daun maupun batang, terdapat pada phyllum Thallophyta, terdiri atas ratusan ribu spesies.  Thallophyta dibagi dalam dua subphyllum : algae, yang mengandung klorofil (disebut autrofik karena mandiri), dan fungus tanpa klorofil (heterotrofik karena mendapat makanan yang lain). Fungus dibagi menjadi 5 subdivbisi, dan yang terkait pada manusia adalah subdivisi Deuteromycitina.




MIKROORAGANISME
Mikroorganisme diduga merupakan protista (frisrt life), atau prototip bagi organisme lebih tinggi. Protista dibagi dalam 2 golongan: protista lebih sederhana, mis, bakteri, protista lebih tinggi, mis, algae, fungi,”slime mold” dan protozoa.

BAKTERI
Dalam kelompok bakteri ini juga terdapat rickettsiae dan chlamidiae. Untuk melihat bakteri, selain harus diperbesar, harus pula dipulas (diwarnai dulu).
Satuan metrik terkecil
Satuan
Simbol
Padanan metrik
Meter
m

Centimeter
cm
1/100m
Milimeter
mm
1/10cm
Mikrometer
um
1/1000mm
Nanometer
nm
1/1000um
Angstrom
A
1/10nm
Bakteri mempunyai umuran diameter 500-750nm, dan panjangnya 1000-6000nm. Bakteri mempunyai 3 bentuk dasar: bulat, disebut coccus (cocci), batang disebut bacilli (batang), dan spirilla (berpilin), bentuk yang lebih tinggi : spirochaeta. Pola atau cara bakteri berkelompok sering khas:  pola coccus dapat berupa berpasangan (diplococci), bakteri (streptococci), bergerombol (staphilococci). Pola bacili: end-to-end (diplobacilli)
dan berantai (sterptobacilli). Pola spirilla: berantai pendek dan spirochochaeta selalu sendiri- sendiri. Bakteri ada yang mempunyai flagella.
VIRUS
Virus lebih kecil dari bakteri, ricketsiae maupun chalamydiae.
Kelompok virus
Penyakit pada manusia
Adenovirus
Papovirus
Herpes virus
Herpes zoster
Pox virus
Reovirus
Picomavirus
Togavirus
Orthomyxovirus
Paramyxovirus
Rhabdovirus
Infeksi saluran nafas
Kulit (wart)
Varicella (cacar air)
Herpes simpleks
Variola (cacar)
Infeksi saluran nafas dan saluran cerna
Polio, Infeksi usus, Flu
Encefalitis
Influenza
Rubeola (campak), mumps (parotitis epidemica)
Rabies

PROTOZOA
Ada 4 subdivisi:
1.    Sarcodina, bentuk ameboid (amuba)
2.    Ciliophira (ciliata), memliki silia
3.    Mastigophora, memiliki flgela
4.    Sporozoa
Peralatan dan tehnik identifikasi organisme patogen
Mikroskop
Terdapat tiga jenis mikroskop untuk mempelajari mikriorganisme, yaitu mikrioskop cahaya, mikroskop elektron, dan mikroskop elektron skening.
Mikroskop Cahaya
Mikroskop cahaya untuk mulihat ukuran, bentuk, sifat pemulasan mikriba. Mikroskop cahaya terdiri dari atas lensa okuler (dekat mata) dan lensa obyektif (dekat obyek). Lensa okuler biasanya dua (5x dan 10x) dan lensa obyektif ada 3 (10x, 45x, dan 100x). Dibawah meja obyek terdapat kondensor dengan diafragma untuk mengatur jumlah cahaya yang melaluinya. Dibawahnya terdapat cermin untuk mengarahkan berkas sinar memasuki kondensor ( atau memakai lampu sebagai sumber cahaya). Mikroskop medan gelap adalah mikroskop cahaya dengan kondensor khusus, sehingga bakteri, sel- sel, dan sebagainya tempak terang berlatar belakanbg gelap. Mikroskop fase kontras memakai kondensor dan lensa obyektif khusus.
Mikroskop Elektron
Mikroskop elektron untuk melihat struktur intern sel mikroba dan virus. Sumber penerangan bukan cahaya, tetapi berkas elektron. Pembesaran yang dapat dicapai jauh lebih tinggi dari yang didapat dengan mikroskop cahaya. Kalau dengan mikroskop cahaya hanya dapat dicapai pembesaran 1000x (okuler 10x, obyektif 100x), maka dengan mikroskop elektron dapat diperoleh pembesaran 200.000 kali atau lebih.
Mikroskop elektron skening
Mikrskop elektron skening untuk melihat permukaan sel dan mekanisme perlekatan. Mikroskop ini menghasilkan gambar tiga dimensi, namun hanya dapat dipakau untuk mengamati struktur permukaan bukan untuk bagian dalam.
Peralatan Untuk Mikrobioligi
Inkubator
Kebanyakan mikrorganisme memerlukan suhu tertentu untuk bertumbuh dalam medium karena itu diperlukan inkubator tersendiri bagi keperluan itu bakteri (350- 370C), dan psikrofil (50- 100C). Selain mengatur suhu, ada inkubator khusus untuk keperluan organisme aerobik dan anaerobik.
Refrigerator atau freezer
Alat ini untuk menyimpan  media pembiakan, darah, serum, atau antibiotika.
Centrifuge
Bila mikroorganisme yang ada hanya sedikit, misalnya dalam urine, maka sebelum diperiksa atau dibiakkan, harus dipusing dulu dengan centrifuge agar mengendap.
Alat sterilisasi
Semua materi dan barang pecah belah atau plastik yang dipakai delaboratorium mukrobiologi sebagian besar garus steril. Sterilisasi berarti membasmi semua bentuk kehidupan (mikroorganisme).
Oven
Ada bermacam- macam oven, salah satunya dry-oven untuk barang pecah belah yang harus kering saat dipakai. Tinggi suhu dan lama pengoperasian disesuaikan dengan kebutuhan: selama satu jam pada suhu 1750-1800C, selama 1,5 jam pada suhu 1650-1700C, dan selama 2jam pada suhu 1600C.
Autoklaf
Uap panas dibawah tekanan dalam autoklaf dipakai untuk menstrilkan media biakan, barang pecah belah kotor, dan lain – lain.
Peralatan khas mikrobiologi
Memang sebagian besar barang pecah – belah dilaboratorium mikrobiologi tidak khas, seperti tabung reaksi, tabung atau kendi Erlenmeyer, gelas takar, pipert, dan lain – lain, namun ada juga yang khas untuk mikrobiologi, seperti cawan/piring petri dan oese (inoculating loop). Cawan petri dipakai untuk menampung media biakan (agar–agar), untuk membiakkan kuman yang dicurigai atau diduga sebagai penyebab penyakit tertentu. Oese dipakai untuk memundahkan atau menanam bakteri dari satu tempat ke tempat lain.
mikroskopi
bakteri dan organisme lain dapat diamati dibawah miktoskop dalam keadaan hidup (basah) dalam suspensi, atau pada sediaan (kering) yang dipulas. Sedian terpulas memungkinkan kita lebih mudah mempelajari bakteri. Bagian dalam organisme dapat dipelajari dengan pewarnaan “vital” artinya pewarna itu ditangkap sel tanpa merusaknya.
Sediaan kering dipulas dengan 2 cara umum : dengan pilasan (pewarnaan) gram dan pulasan tahan – asam (ziehl-neelsen). Dengan pilasan gram, bakteri ada yang gram positif atau gram segatif. Dengan pulasan ziehl-neelsen, bakteri ada yang tahan – asam (seperti bacillus tuberkel, TB), dan disebut BTA (Basil Tahan Asam).
Pembiakan
Agar bakteri patogen dapat dibiakkan dengan baik, diperlukan tempat (media) yang memungkinkannya bertumbuh dan berkembang secara optimal. Oleh karena itu media pembiakan harus mengandung cikip nutrien untuk pertumbuhan bakteri, selain suhu dan pH yang harus sesuai.
Media pembiakan ada yang padat dan ada yang cair. Media padat (agr-agar, terdapat dalam cawan petri atau dalam tabung reaksi  (miring). Yang cair disebut “broth”, umumnya ditampung dalam tabung reaksi atau botol khusus.
Spesimen yang diduga mengandung bakteri patogen, dioleskan diatas media agar-agar atau tabung reaksi, supaya bakteri dapat tumbuh
Dan diidentifikasi. Media itu dimasukkan dalam inkubator untuk beberapa hari, maka sejumlah bakteri (bila ada) akan tumbuh. Jenis bakteri yang dicurigai dipindahkan (dengan oese) ke media agar-agar baru, agar dapat dikenali ciri, tampilan, dan lain sebagainya dari bakteri itu, kemudian diawasi dibawah mikroskop (setelah dipulas).
Selain untuk pembiakan kuman, media agar-agar dipakai juga untuk apa yang disebut “ tes sensitifitas “. Tes yang paling sering dipakai adalah dengan cara “disk” terhadap antibiotika tertentu. Mula-mula permukaan agar-agar dilumuri bakteri yang akan dites sensitivitasnya terhadap antibiotika. Letakkan disk-disk (sejumlah antibiotika yang kan diuji) menyebar rata diatas permukaan agar-agar, lalu di,asukkan dalam inkubator selama 18-24 jam, kemudian diperiksa. Antibiotika pada disk merembes ke sekitarnya yang ditumbuhi bakteri, dan bakteri yang dihambat tidak akan tumbuh dan tampak sebagai daerah bebas kuman sekitar disk tersebut (disebut zona inhibisi). Makin lebar zona ini, makin sensitif antibiotika tersebut terhadap bakteri itu (artinya dapat dipakai untuk pengobatan terhadap bakteri tersebut). Kalau sama sekali tidak terdapat zona disekitarnya, dikatakan kuman itu resisten terhadap antibiotika tersebut.
Pentingnya pengendalian mikroorganisme
Alasan utama untuk mengendalikan mikroorganisme dapat dirangkumkan sebagai berikut :
Mencegah penyebaran penyakit dan infeksi
Membasmi mikroorganisme pada inang yang terinfeksi
Mencegah pembusukan dan perusakan bahan oleh mikroorganisme
Mikroorganisme dapat disingkirkan, dihambat, atau dibunuh dengan sarana atau proses fisik, atau bahan kimia. Suatu sarana fisik dapat diartikan sebagai keadaan atau sifat fisik yang menyebabkan suatu perubahan. Contoh sarana fisik suhu, tekanan, radiasi, dan penyaringan. Suatu proses fisik ialah suatu prosedur yang mengakibatkan perubahan, misalnya sterilisasi, pembakaran atau sanitasi. Suatu bahan kimia ialah suatu substansi (padat, cair, atau gas).

Definisi istilah :
Sterilisasi. Proses yang menghancurkan semua bentuk kehidupan disebut sterilisasi. Suatu benda yang steril, dipandang dari sudut mikrobiologi, artinya bebas dari mikroorganisme hidup. Suatu benda atau substansi hanya dapat steril atau tidak steril, tidak akan pernah mungkin setengah steril atau hampir steril.
desinfektan. Suatu bahan, biasany zat kimia, yang mematuklan sel vegetatif tetapi belum tentu mematikan bentuk-bentuk spora mikroorganisme penyebab penyakit, disebut desinfektan. Desinfeksi ialah proses yang menghancurkan sil-sil vegetatif penyebab infeksi namun tidak selalu mematikan sporanya.
Antiseptik. Suatu substansi yang melawan infeksi (sepsis) atau mencegah pertumbuhan atau kerja mikroorganisme dengan cara menghancurkan mereka atau menghambat pertumbuhan serta aktivitasnya disebut antiseptik.
Bakterisida. Suatu bahan yang mematikan sel-sel vegetatif bakteri disebut bakterisida (kata sifat, bakterisida). Masing-masing diartikan sebagai bahan yang mematikan cendawan, virus dan spora.

Keadaan yang mempengaruhi kerja antimkrobial :
1.    Konsentrasi atau intensitas zat antimikrobial
2.    Jumlah mikroorganisme
3.    Suhu
4.    Spesies mikroorganisme
5.    Adanya bahan organik
6.    Kemasaman atau kebebasan (pH)

Penyakit Asal Makan
Penyakit asal makan, yang disebabkan oleh mikroorganisme dan dipindah sebarkan melalui makanan terjadi menurut salah satu dari dua mekanisme :
1.    Mikroorganisme yang terdapat dalam makanan menginfeksi inang sehingga menyebabkan penyakit asal makan.
2.    Mikroorganisme mengeluarkan eksotoksin dalam makanan dan menyebabkan mabuk makanan atau peracunan makanan bagi yang memakannya.
Cara pemindah sebaran khusus
Mikroorganisme yang menyebabkan gastroenteritis (peradangan diperut dan usus) akut dipindah sebarkan lewat makanan tercemar yang diutamakan. Makanan kita memang hampir selalu dicemari berbagai mikroorganisme. Tetapi biasanya kami tidak menjadi terinfeksi atau keracunan, entah karena mikroorganisme yang mencemari makanan tersebut tidak berbahaya, atau karena jumlah mikroorganismenya sedikit.




Pengendalian penyakit asal makanan
Telah banyak diketahui tentang faktor-faktor yang menunjang terjadinya penyakit asal makanan, sehingga cara-cara pengendaliannya sudah mantap. Faktor-faktor penunjang tersebut adalah :
1.    Makanan yang kurang matang memasaknya
2.    Penyimpanan makanan pada suhu yang tidak sesuai
3.    Makanan yang diperoleh dari sumber yang kurang bersih
4.    Alat-alat yang tercemar
5.    Kesehatan perorangan yang kurang baik
6.    Cara-cara pengawetan yang kurang sempurna

Morfologi dan ciri-ciri pembeda salmonella sp
-       Batang gram negative
-       Terdapat tunggal
-       Tak berkapsul
-       Tak membentuk spora
-       Biasanya motil; peritrikus
-       Aerobic, anaerobik fakultatif
-       Patogenik
Morfologi dan ciri-ciri pembeda staphylococcus aureus
-       Kokus gram positif
-       Terdapat tunggal, berpasangan dan dalam bergerombol
-       Tak berkapsul
-       Tak membentuk spora
-       Tidak motil
-       Aerobic, anaerobik fakultatif, biasanya koagulase positif, patogenik
Morfologi dan ciri-ciri pembeda clostridium botulinum
-       batang gram positif
-       Terdapat tunggal, berpasangan, atau dalam rantai
-       Tak berkapsul
-       Tak membentuk spora
-       Sporanya lonjong dan subterminal (didekat ujung)
-       biasanya motil; peritrikus
-       Aerobik
-       Menghasilkan eksotoksin yang ampuh, menyebabkan botulisme
Morfologi dan ciri-ciri pembeda clostridium perfringens
-       batang gram positif
-       Terdapat tunggal, berpasangan, atau dalam rantai
-       berkapsul
-       Tak membentuk spora
-       Sporanya ovoid (melonjong) dan sentral sampai eksentrik
-       Tidak motil
-       Aerobik
-       Menghasilkan eksotoksin, menyebabkan kelemayuh
Morfologi dan ciri-ciri pembeda parahaemolyticus
-       Bentuk koma atau batang lurus gram negative
-       Terdapat tunggal
-       Tak berkapsul
-       Tak membentuk spora
-       Motil; flagellum tunggal mengutub
-       Aerobic, anaerobic fakultatif
-       Membutuhkan garam
-       Hemolitik
-       Patogenik, menyebabkan gastroenteritis
Morfologi dan ciri-ciri pembeda aspergillus sp
-       Cendawan berfilamen
-       Septet, miselia bercabang
-       Konidia di sangga pada strigmata konidiosfor
-       Tersebar luas dialam
-       Beberapa penting dalam industri
-       Mungkin patogenik, menyebabkan aspergilosis



Pemeriksaan makanan, minuman dan air secara
bacteriologis
Penatalaksanaan specimen
1.    Pembuka kaleng/botol tempat makanan/minuman
a.    Kalau kaleng tutup plastic,plastiknya diambil dahulu, kemudian tutup kaleng dibasahi dengan alcohol, terus dibakar. Begitu pula kalau minuman di dalam botol, tutupnya dibasahi alcohol, terus dibakar.
b.    Setelah dingin dibuka dengan alat pembuka kaleng/botol, yang sudah dibakar. Kalau kalengnya sudah dilengkapi dengan tarikan pembuka kaleng, tinggal ditarik dengan pinset steril.
c.    Setelah dibuka, bahan yang diambil untuk pemeriksaan adalah yang ada dibawah permukaan atau dibagian tengah (specimen padat). Untuk specimen cair, sebelum dibuka dahulu 25 kali.
2.    Pengambilan specimen
Pada dasarnya pengambilan specimenharus dilaksanakan secara aseptis, dengan alat yang steril. Tangan dibersihkan dengan kapas alcohol, sendok disteril dengan dibakar menggunakan alcohol, pipet, gelas takar, labu Erlenmeyer disteril dengan sterilisator kering 100 C 1 jam 1200 C 12 jam.
Pemeriksaan makanan dan minuman
Yang di periksa :
1.    Angka Kuman (TPC)
2.    MPN Caliform
3.    MPN E. Coli
4.    Vibrio Cholera, El Tor, Parahaemolyticus
5.    Salmonella
6.    Shigella
7.    E. Coli Pathogen
8.    Staphylococcus aureus
9.    Bacillus cereus
10. Clostridium Perfringens, CI. Botulinium, CI. Deficille
11. Enterococi
12. Mould & yest
Pemeriksaan Air
Yang diperiksa yaitu :
1.    Angka kuman (tidak selalu)
2.    MPN Coliform
3.    MPN Coliform Tinja
4.    Kadang – kadang juga PH dan sisa chlor



PERHITUNGAN BACTERI COLIFORM TINJA, SCHERICHA COLI DENGAN METHODE MOST PROBAVLE NUMBER (MPN)
Tujuan :  untuk mengetahui jumlah bacteri coliform.
coliform tinja, schericha coli dengan methode most probavle number (MPN)
dalam 100 ml 
Specimen
Makanan, Minuman, Air

Difinisi
1.    Most probable number              : perkiraan terdekat jumlah
2.    Bacteri coliform                           : bacteri golongan coli, yang ditandai dengan kemampuan bacteri itu menguraikan lactose menjadi asam dan gas di dalam media brilliant green lactose bile broth pada inkubasi suhu 370 C 48 jam. Contoh: Gensus Klebsiella, Genus Enterobacter, Genus Eschericia.
3.    Coliform Tinja                             : Coliform yang mampu tumbuh pada 44,50 C 24 jam.
4.    Escherichia Coli                         : gram (-) batang yang menguraikan lactose sampai dengan gas, memproduksi indol, simmon’s citrate negatife.

Cara Pemeriksaan
1.    Persiapan specimen :
a.    Untuk specimen yang padat atau cair tapi pekat, dilarutkan dulu dengan aquadest atau air garam steril atau Quarter Strength Ringer Solution.
b.    10 gram atau 10 cc specimen ditambah aquadest steril atau lainnya sampai 100 cc.
c.    Sedangkan specimen cair dapat langsung diperiksa.
2.    Ragam LB yang di gunakan :
a.    Ragam I     : 5x10 ml, 1x1 ml, 1x0,1 ml
Untuk specimen yang sudah diolah atau yang angka kumannya diperkirakan rendah.
1)    Specimen cair kuat yang dilarutkan ditanam didalam :
-        5 tabung lactose broth triple strength masing-masing 10 ml
-        1 tabung lactose broth single strength, 1 ml
-        1 tabung lactose broth single strength, 0,1 ml
2)    Tiap-tiap tabung lactose broth (LB) yang menunjukkan positif gas, ditanam kedalam Brilliant Green Lactose Bile Broth (BGLB) masuk incubator 370 C 48 jam
3)    Dibaca dan dicatat BGLB yang menunjukkan positif gas, masing-masing ditanam mac conkey agar/Endo agar/Tergitol 7 agar plate, masuk incubator 370 C 24 jam
Untuk mendapatkan ondex MPN coliform, digunakan table MPN berdasarkan tabung-tabung BGLB positif gas.
4)    Koloni yang tersangka E.coli ditanam pada sim/MIO/MIU(untuk mengetahui produksi indol) dan Simmon’s citrate (untuk mengetahui kemampuan bacteri dengan citrate sebagai sumber carbon) serta TSI agar. Masuk incubator 370+ C 24 jam
5)    Dibaca dan dicatat pertumbuhan pada media TSI, SIM dan SC untuk memastikan apakah E.coli atau bukan. Kemudian dicari pada table MPN untuk menentukan index MPN E. coli.
b.    Ragam II    : 5x10 ml, 5x1 ml, 5x0,1 ml
Untuk specimen yang belum diolah atau yang angka kumannya diperkirakan tinggi. Kalau perlu penanaman dapat dilanjutkan dengan 5x0,01 ml dst.
Yang biasa diperiksa dengan cara ini ialah sumur, gali, air mata air, air hujan, air sungai, air kolam renang dsb.
1.    Specimen air tanpa diencerkan ditanam di dalam media :
-     5 tabung LB triple strength masing-masing 10 ml
-     5 tabung LB single strength masing-masing 1 ml
-     5 tabung LB single strength masing-masing 0,1 ml
Masuk incubator 370 C 48 jam
2.    LB yang positif gas ditanam didalam BGLB masing-masing 2 tabung
Satu seri BGLB diinkubasikan 44-44,50 C 24 jam
3.    Pada waktu dibaca dan dicatat berapa tabung BGLB yang (+) gas dari masing-masing kelompok penanaman. Angka-angka yang diperoleh dicocokkan dengan table MPN untuk memperoleh index MPN coliform (inkubasi 370 C 48 jam)
c.    Ragam III   : 3x10 ml, 3x1 ml, 3x0,1 ml
Adalah ragam alternatife untuk ragam II, apabila jumlah tabung terbatas, begitu pula persediaan media juga terbatas.
Cara pelaksanaannya seperti ragam II.
3.    Contoh Pembacaan Hasil
Ragam I
Tabung 5x10ml, BGLB (+) gas :3)
Tabung 1 x 1 ml, BGLB (+) gas : 1) index MPN : 12
Tabung 1 x 0,1 ml, BGLB (+) gas : 0)
Ragam II
Tabung 5x10ml, BGLB (+) gas :2)
Tabung 5 x 1 ml, BGLB (+) gas : 1) index MPN : 9
Tabung 5 x 0,1 ml, BGLB (+) gas : 1)
Ragam III
Tabung 3x10ml, BGLB (+) gas :3)
Tabung 3 x 1 ml, BGLB (+) gas : 2) index MPN : 95
Tabung 3 x 0,1 ml, BGLB (+) gas : 1)

CATATAN
-       Apabila dalam pembacaan BGLB, semua tabung menunjukkan hasil (+) gas, penanaman dapat diteruskan dengan mengencerkan specimen 10x atau 100x lebih rendah dari pada ragam LB yang sudah dikerjakan.
-       Penghitungan index MPN dapat pula dilakukan dengan formula Thomas:” (A + B + C) x (V (S x N))1 x 100 = …………………….
A = jumlah tabung (+) gas penanaman kelompok pertama
B = jumlah tabung (+) gas penanaman kelompok kedua
C = jumlah tabung (+) gas penanaman kelompok ketiga
S = jumlah ml sampel yang ditanam
N = jumlah ml sampel yang negatif
-       Contoh untuk ragam III :
(3+2+1) x (V(33,3 x 1,2))-1 x 100 = 94,91
-       Sisa pengenceran pada pemeriksaan angka kuman dapat digunakan untuk pemeriksaan MPN



PERHITUNGAN BACTERI ENTEROPATHOGENIC DAN BACTERI INDIKATOR DI DALAM MAKANAN DENGAN METHODE PLATE


A.  Bacteri Yang Dihitung
1.  Bacteri Indikator
-     Coliform
-     Escherichia coli
-     Enterococci
2.  Bacteri Enteropathogenic :
-     Vibrio Parahaemolytica
-     Staphylococcus aureus
-     Clostridium perfringens
3.  Mould & Yeast (kapang dan khamir)
B. Pengenceran Sampel
Dilakukan seperti pada pemeriksaan angka kuman, atau sisa pengenceran untuk angka kuman boleh juga digunakan

C. Penuangan Media dan Media Yang Digunakan
1.    Tiao-tiap pengenceran sampel 10 x, 100x,  dan 1000x diambil masing-masing 1 ml dimasukkan kedalam petrie dish steril (1 serial pengenceran ada 3 dish)
2.    Kepala  1 seri pengenceran dituangi media sesuai dengan jenis pemeriksaan yang kan dilakukan. Jumlah media yang dituangi adalah 15-20 ml/dish.
3.    Dicampur sampai homogeny, diamkan diatas meja sampai agar-agarnya membeku.
4.    Kemudian dinkubasikan dengan dengan posisi terbalik, pada suhu 370C selama 48 jam.
5.    Jenis media yang dituangkan untuk pemeriksaan :
-       Colifrom : Violet Red Bile agar
-       Escherichia coli : Tergitol 7 agar
-       Enterococci : KF Streptococcus agar
-       Vibrio parahaemolytica : Thiosulfat Citrate Bile Sucrose agar + NaCL 6%
-       Sthapylococcus aureus : Mannitol Salt agar + 5% Egg yolk
-       Bacillus Cereus : Bacillus Cereus agar egg Yolk
-       Clostridium perfringens : Handfort agar modified
-       Mould & yeast : Potato Dextrose agar (inkubasi 30-370 C 4-5hari)
6.    Control sterilitas dibuat 1 petrie dish steril diisi 1 ml pelarut, dituangi media yang digunakan untuk tiap-tiap pemeriksaan.
D. Perhitungan Koloni
Perhitungan seperti pada angka kuman, hanya saja koloni yang dihitung adalah koloni yang sesuai dengan cirri-ciri bacteri yang dihitung.



TABEL  MPN 511 MENURUT FORMULA THOMAS

Jumlah Tabung (+) Gas Pada Penanaman
Index Mpn Per 100 Ml
5x10ml
1x1 ml
1x 0,1 ml
0
0
0
0
1
1
1
1
2
2
2
2
3
3
3
3
4
4
4
4
5
5
5
5
0
0
1
1
0
0
1
1
0
0
1
1
0
0
1
1
0
0
1
1
0
0
1
1
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
0
2
2
4
2
4
4
7
5
8
8
10
9
13
12
16
17
21
22
27
67
84
265
≤ 979

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Cafe Bisnis Online